Subscribe:

pulsa

Minggu, 28 Juli 2013

#SOTR ( Sahur on the road ) bergunakah?????

Kali ini bahan yang dibahas sedikit sepihak dan saya akui menggunakan emosi pribadi dan banyak hal yang menjadi pendapat pribadi. So, jika ada kata-kata yang mungkin kurang mengenakkan. Mohon Maaf.

Sekarang masih bulan Ramadhan. Bulan dimana seharusnya umat muslim berlomba melakukan banyak kebaikan dan mengurangi keburukan dan berbuat dosa. Ada fenomena yang sebenarnya secara pribadi baru saya dapatkan ketika berada di Jakarta, di tempat saya tidak atau mungkin juga saya yang tahu (tapi saya berharap tidak pernah dilakukan di kota saya). Fenomena pertama yaitu membangunkan sahur dengan (sangat) ribut. Mungkin saja memang niat awal sangat baik, membangunkan mereka untuk bersahur. Tapi saya tidak tau bagaimana awal mula kebiasaan ini terbentuk, membangunkan orang sahur dengan menggebuk-gebuk segala macam yang dibawa. berteriak sahur seperti manusia-manusia kesurupan. Mayoritas yang melakukan ini adalah abg-abg Jakarta biasanya berada disekitar kompleks perumahan sekitaran mereka. Yah, maybe di Jakarta memang masih bisa dikatakan mayoritas penduduk beragama Islam lebih banyak sehingga kegiatan yang (mungkin) sudah lama berlangsung dianggap wajar walaupun secara pribadi saya mengganggap ini kegiatan bodoh. Saya sering mencoba membayangkan mereka dibawa ke kota saya dan melakukan kegiatan ini, bisa dilempar parang mereka semua. Saya masih suka heran mereka yang selalu menuntut harus menghargai kami, karena "kami puasa" tapi seperti kehilangan otak untuk bisa juga berpikir. Hargailah mereka karena "mereka tidak puasa". Dari banyak hal dan pelajaran yang bisa saya dapatkan di Jakarta, terdapat juga list hal-hal yang membuat saya tidak menyukai kota ini. Nanti sajalah kalau sempat dan ingat saya tuliskan. Kembali ke kegiatan ini, Alhamdulillah saya beragama Islam. Tapi, jik berpikir dengan akal sehat. Jika saya berada dipihak mereka yang tidak berpuasa, saya bisa saja menganggap bulan Ramadhan sebagai bulan keributan. Ya, kalau dilihat dari kegiatan seperti itu kenapa tidak??? Mayoritas dari kegiatan membangunkan sahur ini di sekitaran waktu jam 1 hingga jam 3 pagi, dimana imsak di Jakarta sekitar pukul setengah 5 pagi. Dari segi waktu yang terfikirkan oleh saya adalah apakah anak-anak tersebut tidur? saya tidak begitu yakin kalau mereka tidur sebelum melakukan aktifitas mengingat jam malam di Jakarta untuk anak muda khususnya biasanya diatas jam 11 malam (ini hanya pengamatan sepihak). logikanya, mereka pasti harus berkumpul dulu di suatu tempat, kemudian mempersiapkan ini dan itu, sudah pasti akan diselingi obrolan, baru kemudian bisa berjalan. secara kasar persiapan ini bisa memakan waktu 2 hingga 3 jam sebelum eksekusi. Setelah eksekusi, sudah pasti mereka akan sahur juga dan perkiraan waktunya adalah jam 4 pagi hingga imsak. Setelah itu (berusaha Husnudzon) mereka menunggu adzan shubuh untuk shalat shubuh. Berbicara saja mengenai keadaan sekarang ya. kemungkinan yang terjadi adalah setelah mereka melakukan serangkaian kegiatan tersebut, pagi harinya mereka akan pulang dan kemudian tidur hingga siang (mungkin). Maybe yes, saya tidak bisa memberi judgement ini untuk semua orang secara merata. Tapi, berpikir dengan kenyataan dan fenomena saat ini saya rasa kalian yang membaca ini juga akan sepaham dengan saya. Jadi, lebih banyak mana antara manfaat dan kerugian dari kegiatan membangunkan orang sahur dengan cara "amburadul" seperti itu?????

note : saya tidak mau menyinggung dari segi hadist atau etika dalam Islam soal membangunkan sahur, silahkan dicari sendiri referensi tentang ini

Fenomena selanjutnya yang mau saya bahas adalah mengenai #SOTR atau Sahur On The Road, fenomena ini juga baru saya ketahui keberadaannya ketika berada di Jakarta ini. Menurut yang saya baca, kegiatan ini secara mudahnya adalah melakukan kegiatan amal bagi-bagi makanan sahur untuk mereka yang kurang beruntung dijalanan (di Jakarta memang lumayan terkenal dengan banyaknya mereka yang kurang mampu dan (pura-pura) tidak mampu) yang dilakukan secara rombongan biasanya komunitas menyusuri jalur jalan-jalan tertentu yang sudah ditentukan,  dan biasanya diakhiri dengan sahur bersama rombongan tersebut. Secara manfaat, tentu saja ini merupakan kegiatan amal yang InsyaAllah bisa mendapatkan pahalanya jika dilakukan dengan tepat. Namun sepertinya kegiatan ini berubah menjadi sesuatu yang lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Yang terjadi adalah SOTR dimanfaatkan untuk sekedar kumpul-kumpul, hangout, menonjolkan komunitas, beramai-ramai ria, dan sekarang ditambah lagi dengan memacetkan lalulintas. Niat awal SOTR berubah menjadi sesuatu yang menjengkelkan. Kebetulan kamar kos saya bisa mendengar dengan sangat jelas aktifitas yang terjadi di jalan raya, sehingga jika ada kegiatan SOTR pasti saya akan mendengar dan sejujurnya sangat terganggu. Sejalan dengan pembangunan sahur yang urakan diatas, kegiatan SOTR jika dilakukan oleh banyak komunitas sudah pasti akan membuat keributan yang teramat sangat. Yang sedikit membedakan adalah kegiatan ini tidak hanya diikuti dan dilakukan oleh abg-abg (walaupun tetap saja notabene didominasi oleh mereka), tapi juga oleh mereka yang berumur lebih dewasa. Contoh gampangnya sebuah komunitas sepakbola misalnya, sudah pasti tidak hanya mereka yang abg saja yang ada didalamnya. Sebelumnya saya mohon maaf kalau kalian yang mungkin berada di komunitas sepakbola dan tidak melakukan hal yang saya sebutkan, ini hanya sekedar contoh yang saya dapatkan kenyataan terjadinya. oke, kembali ke komunitas tersebut. biasanya komunitas sepakbola ini mempunyai jumlah yang cukup besar itu artinya akan banyak membutuhkan banyak kendaraan untuk mengangkut mereka. bisa saja mobil, atau juga motor. kalau mau dilihat dari sisi baiknya, bisa dikatakan akan banyak juga makanan sahur yang bisa dibagikan seiring dengan banyaknya kendaraan pengangkut. tapi dilihat dari sisi lain tentu saja namanya kendaraan tidak akan jauh-jauh dari keributan dan juga kemacetan. Ya, kemacetan. Walaupun terkadang rombongan SOTR ini menggunakan bantuan polisi tapi tetap saja tidak jarang mereka menjadi penghalang pengguna jalan lain yang mungkin kebetulan memang melintas dini hari. berbicara masalah bantuan polisi, ini sangat-sangat terkait dengan masalah keributan. kenapa? tentu saja karena sirine yang digunakan oleh polisi yang bertugas ini. so, sampai disini paling tidak sudah ada dua hal yang merugikan yaitu keributan, dan kemacetan. Lanjut lagi, banyaknya rombongan sudah pasti dan sudah tentu tiap-tiap mereka juga membutuhkan bahan bakar seperti kendaraan yang mereka pakai. oke, tidak usah berbelit-belit. SNACK. ya, makanan ringan biasanya akan ada mendampingi perjalanan mereka (yang biasanya menempuh banyak trayek panjang). kembali saya berusaha tidak berprasangka buruk, tapi menggunakan logika pribadi. sampah, ya sampah. Entah, sudah seperti terpatri dalam kepala saya banyak dari warga Jakarta yang sedikit kesulitan mebuang sampah di tempat yang seharusnya. Saya masih belum bisa mengerti soal ini, sebagian dari mereka sebegitu mudahnya melempar bungkusan dari dalam angkot, melempar keluar jendela mobil pribadi, dari atas motor, dan dari manapun mereka berada. mungkin memang tidak bisa memukul rata, tapi tetap saja SOTR yang biasanya dilakukan oleh banyak rombongan tentu akan membawa banyak orang dan juga banyak makanan dan ujung-ujungnya adalah banyaknya sampah. AH!!! Hal lainnya, sepertinya fenomena SOTR ini berubah menjadi ajang kebebasana memiliki jalanan. Teringat soal fenomena salah satu rombongan anak sekolah yang melakukan SOTR, dan ketika kegiatan selesai mereka nge"track" dijalanan dan kemudian musibah terjadi dan mengakibatkan adanya korban meninggal dunia. beritanya silahkan cari sendiri. Satu lagi kerugian didapatkan. Fenomena SOTR ini selayaknya fenomena membangunkan orang sahur, tentu akan sama juga menghabiskan banyak tenaga untuk persiapan. lagi-lagi berusaha untuk berpositif thinking, memikirkan bahwa ketika pagi hari mereka tidak malah tidur seharian karna kecape'an (semoga saja). Sepertinya akan ada banyak hal akibat dari kegiatan SOTR ini sebagai rentetan dari masalah utama yang saya sampaikan diatas, seperti efek hilangnya pengendalian emosi dijalan raya sehingga menimbulkan tawuran (bisa dicari juga beritanya), polisi udara terlalu dini (yang seharusnya bisa segar untuk didpatkan mereka yang ingin melakukan olahraga di pagi harinya), anak-anak muda yang memaksa orang tua mengijinkan mereka melakukan kegiatan ini demi gengsi dan hal-hal lain yang mungkin teman-teman bisa uraikan sendiri. So??? hmmm.. saya memang tidak bisa seenaknya memberi judgement total negatif ke kegiatan ini. mungkin memang benar banyak dari mereka yang membutuhkan kegiatan seperti ini, mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk mendapatkan santapan sahur. Namun, ketika hal ini dilakukan dengan cara yang salah menurut saya malah akan menjadi kegiatan yang hanya membuang energi tanpa memberikan manfaat yang lebih banyak. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan kegiatan SOTR ini, hanya saja saya punya sedikit saran perubahan dari kalian yang ingin melakukan kegiatan ini. Akan saya sampaikan beberapa poinnya :
1. Sebaiknya pengalokasian bantuan dilakukan oleh sedikit orang saja (seperti misalkan menggunakan satu atau 2 mobil dengan tidak lebih dari 5 orang yang ikut) >>> ini berguna menghilangkan efek kemacetan, keributan dan juga sampah
2. Jika anggota kelompok kalian banyak, buatlah rancangan kerjanya. contohnya seperti ini, misalnya ada 90 anggota jadwalkan secara bergilir ke 90 orang tersebut kedalam 30 hari untuk menjadi petugas pembagi sahur secara bergiliran. mereka yang tidak bertugas kejalan bisa membantu dengan mengepak atau mengatur santapan sahur yang mau dibagikan. Jadi semua bisa bertugas dan pahala semakin banyak karena tidak hanya dilakukan satu kali dalam sebulan saja. selain alokasi petugas, alokasikan juga jalan yang mau dikunjungi. Dalam 30 hari misalnya bisa dilakukan ke 60 jalan yang berbeda. selain bisa merata, ini juga tidak mengakibatkan mereka yang berpura-pura tidak mampu menunggu "bingkisan" ini terus-menerus.
3. Tidak perlu bantuan polisi, toh kalian cuma sedikit kan?
4. Tidak perlu membawa berbagai macam atribut, bukannya kita mau menolong dengan tujuan mendapat berkah dariNya? bukan untuk ajang memerkan apa yang kita punya :) Jika memang membutuhkan pemberitahuan nama komunitas, buatlah itu sebagai publikasi pencarian dana. jadi kalian bisa membuat pengumuman, baliho, stiker, atau apapun yang mengumumkan kalian akan melakukan kegiatan ini siapa yang mau memberikan bantuan disilahkan. terserah saja, bisa dari satu komunitas ataupun dari luar. manfaatnya? saya rasa sudah bisa disimpulkan sendiri.
5. Cari waktu yang tepat, jangan terlalu dini hari tapi tidak juga mepet imsak. persiapkan segalanya setelah shalat teraweh dan kemudian istirahatlah dahulu dan bangun untuk melakukan kegiatan ini. selain tidak mubazir waktu, badan juga tidak terlalu capek untuk bisa melakukan ibadah lain di pagi harinya.
6. Sampaikan saran ini ke temanmu, saudaramu, adikmu, komunitasmu.. hehe.. :p

oke, yang terakhir tidak harus untuk dilakukan. 5 hal diatas beberapa saran dari saya untuk kamu yang mau melakukan SOTR. masih ada beberapa hari kedepan untuk berbuat kebaikan yang lebih baik. :)

 Bulan Ramadhan memang harus memacu kita berbuat banyak kebaikan, tapi jangan sampai kebaikan itu malah menutup mata kita dari keburukan yang bisa kita lakukan ketika melakukan kebaikan tersebut. So, mari saling mengingatkan untuk melakukan kebaikan yang baik. ^^

Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semangat melakukan kebajikan dan mari bersama saling mengingatkan. Allahu Akbar. #RAMADHANMUBARAK

Kamis, 25 Juli 2013

Four Stripe Part #13

wallaaa.. long time ga nulis kisah balok 4.. ahaha..
yak, semakin disini semakin disibukkan dengan rutinitas skripsweet..
sudah banyak dah yang dilalui, dari bimbingan yang dulunya selalu merasa takut dan lalala.. Alhamdulillah sekarang "terbiasa". nah, sedikit cerita.. Jadi ada masa akhirnya bisa juga ngajuin permintaan data. tahapannya itu harus ngajuin surat permintaan data (SPD) ke kampus, nah ada ceritanya biasanya itu 3 hari proses udah selesai tapi punyaku hampir 2 minggu baru bisa selesai. duh ._. salah saya juga sih, karna lama ngasih surat dan pas ngajuin itu pas sibuk-sibuknya PMB. singkat cerita dapatlah surat tersebut, setelah mengambil SPD. hari itu juga langsung cabut ke litbangkes buat ngajuinnya, syaratnya bawa proposal juga. untuk minta data yang sesungguhnya ini rada takut juga, soalnya cerita sebelum-sebelumnya banyak temen yang ditolak. duh, serem. ditambah lagi permintaan datanya mereka sampai sebulan. namun, cerita berbeda dari saya.. Alhamdulillah berkah Ramadhan, permintaan data saya hanya seminggu.. iya, seminggu.. woh, Subhanallah.. Alhamdulillah..

Sekarang, sudah 7 tandatangan bimbingan saya lalui.. data sudah ditangan dan on proses pengolahan.. satu lagi tahapan yang akan dilalui. SEMINAR!!! yak, sekitar sebulan lagi.. waaaaa, sejujurnya rada panik.. harus kerja target secepatnya.. butuh keberanian dan kekuatan biar gak malas-malasan..

this is it..
 
 

Jadi ketahuan deh ya, skripsi ane tentang apa.. ahaha.. tapi ga papa dah.. lagi males ngedit-ngedit.. ehehe.. nah, setelah ini mungkin lebih sering menghilang. Tapi, InsyaAllah setelah hari seminar nanti saya bakalan ngapdet lagi buat kenang-kenangan pribadi juga..

So, tetap berjuang.. semangat WISUDA Oktober 2013.. Semangat Seminar yang sebentar lagi.. Semangat skripsi.. Semangat menjalankan ibadah bulan Ramadhan..
Minal Aidzin Wal Faidzin.. #RamadhanKaliIniHarusBeda
Do'akan saya, do'akan kami dan saling mendo'akan yaaaa... ;)

Jumat, 12 Juli 2013

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan

Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

Mukmin Sejati Itu Dermawan

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‏اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)

Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلماً فهو يتقي فيه ربه ويصل فيه رحمه، ويعلم لله فيه حقاً فهذا بأفضل المنازل

“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)

Keutamaan Bersedekah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan  orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek keshahihannya. 
Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.

Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

1. Sedekah dapat menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Sedekah memberi keberkahan pada harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: 
“Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة برهان

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يا معشر التجار ! إن الشيطان والإثم يحضران البيع . فشوبوا بيعكم بالصدقة

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil?

Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)

Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat. Dalam hadits juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.

Oleh karena itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan

Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:

1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)

Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)
Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.

Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:
فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)

Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين

“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.

Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka  kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).

Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Berdasarkan hadits:

‏إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi.

Subhanallah…
Ayo jangan tunda lagi…
***
Penulis: Yulian Purnama